Penulis: Arie Nashiya
Terbit: 2009, Tokyo
Genre: Fiction, Fantasy, Slice of Life, Supernatural
Harga: Rp 95.000
Kategori: 17+
Blurb:
Kimie bukanlah perempuan biasa. Walaupun ia sangat menginginkannya, namun takdir berkata lain. Torso yang dapat berbicara, payung yang dapat membuatnya terbang, sarung bantal yang berisi manusia kecil. Semua itu hanyalah sebagian kecil dari cerita kehidupannya yang diakibatkan oleh “bakat misterius” yang dimilikinya. Tidak ada yang dapat memahami semua kejadian tersebut kecuali Riku, teman masa kecilnya. Bisakah Kimie hidup dengan normal sesuai dengan keinginannya? Dan dapatkah Riku membantunya?
Bagusnya:
Bagi pembaca yang memiliki daya imajinasi yang tinggi maka buku ini sangat cocok untuk anda. Karena banyak “kejadian-kejadian misterius” yang dialami oleh Kimie yang menggabungkan antara kenyataan dan fantasi. Sehingga para pembaca pasti akan terdorong untuk membayangkan kejadian seperti apa yang sedang dialami oleh Kimie. Beberapa “kejadian misterius” yang dialami Kimie merupakan karya yang kreatif karena belum pernah Reviewer temui sebelumnya di novel lain maupun terpikir oleh Reviewer sendiri. Alur cerita yang lambat membuat pembaca dapat lebih dalam lagi memasuki cerita yang disajikan sehingga seolah-olah benar-benar memasuki dunia “misterius” Kimie. Tidak jarang pembaca akan disuguhkan kejadian misterius yang memiliki makna yang dalam dan relate dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembaca dapat bercermin dengan kehidupannya sendiri.
Kurangnya:
Tentunya berkebalikan dengan “bagusnya”, pembaca yang tidak memiliki daya imajinasi tinggi mungkin akan kesulitas dalam menginterpretasikan peristiwa yang sedang terjadi. Karena tidak jarang penulis membuat jalan cerita yang rancu sehingga cukup sulit untuk dipahami. Selain itu dengan genre slice of life yang dimiliki buku ini juga dapat membuat pembaca kebingungan terkait latar waktu. Setiap chapter dari buku ini memiliki latar waktu yang berbeda-beda dan tidak runtut. Ketidakjelasan dari penyebab Kimie memiliki “bakat misterius” juga tidak pernah diungkap sehingga mungkin ini dapat membuat pembaca kecewa. Terakhir yang cukup mengesalkan bagi Reviewer adalah akhir dari buku ini yang terasa tergesa-gesa dan memiliki ending yang menggantung.
Intinya:
Buku ini sangat cocok bagi pembaca yang ingin merasakan dunia fantasi dengan setting dunia nyata. Banyak “kejadian misterius” yang dialami oleh Kimie yang menarik untuk disimak dan diambil hikmahnya. Terdapat banyak pesan “tersirat” yang terkandung dari buku ini yang dapat menjadi pelajaran hidup bagi pembaca. Namun ketidakjelasan plot yang dibawa dapat membuat pembaca kebingungan tentang apa yang sedang terjadi. Selain itu ending terasa dibuat dengan tergesa-gesa dan belum menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Kimie. Bagi yang menyukai cerita fantasi, novel ini sangat cocok untuk anda.
Nilai Akhir: 7.5/10
Kalimat Menarik:
* (Aku adalah aku. Tidak ada satupun yang kurang daripadaku.) - Tuan Torso
* (Tidak ingin kotor. Tidak ingin keruh.) - Burung Uwasumi
* “Ah, maaf. Bukannya aku membencimu, entah kenapa lama-lama perasaannya memudar. Benar-benar tidak ada waktu untuk itu.” - Satoru-kun
* Terima kasih telah merawatku sampai tumbuh sebesar ini. Berkatmu, aku mekar daripada tumbuhan sepatu lainnya. - Ayah
* Apakah keraguan akan diri sendiri muncul saat aku dewasa? Kalau begitu, apakah aku harus menghilangkan keraguan itu? Haruskah aku menipu diri sendiri agar tidak memiliki keraguan atas diri sendiri? - Kimie
0 Komentar