Penulis: Minato Kanae
Terbit: 2012, Tokyo
Genre: Redemption, Murder, Drama
Harga: Rp 100.500
Kategori: 17+
Total Halaman: 356 Hlm
Blurb:
"Meski Tuhan mengampuni kalian, aku tidak."
Lima belas tahun lalu, seorang gadis kecil bernama Emily dibunuh di sebuah desa yang tenang. Empat anak perempuan yang waktu itu sedang bermain bersama Emily tidak bisa memberikan kesaksian yang berarti padahal mereka berjumpa dengan laki-laki pembunuhnya. Akibatnya, penyelidikan pun mandek.
Ibu almarhumah Emily tidak terima, memanggil keempat anak tersebut, kemudian mengancam mereka, "Temukan pelakunya sebelum kasusnya kedaluwarsa, atau ganti rugi dengan cara yang bisa kuterima. Jika tidak, aku akan membalas dendam kepada kalian."
Ketika keempat anak yang menanggung beban besar di pundak mereka itu tumbuh dewasa, tragedi demi tragedi pun terjadi secara beruntun....
Pendapat:
"Sebuah pengalaman baru". Ini pertama kalinya gw baca novel dengan "Second Person Point Of View". Yes, jadi di buku ini kita justru dikasih perspektif dari si antagonis daripada si protagonis. Jalan ceritanya sih simpel, salah satu anak kota tewas setelah di perkosa oleh orang tidak dikenal. Empat anak desa yang menjadi temannya justru diminta pertanggungjawaban oleh ibu korban yang akhirnya menjadi beban moril bagi mereka dan menjadi penyebab tragedi beruntun ketika mereka dewasa.
Awalnya gw kira salah satu dari keempat anak itu yang bakal jadi tokoh utamanya dan menjadi POV-nya. Tapi gw baru sadar setelah bab 2 kalo justru cerita ini ngambil POV si ibu korban. Dan setelah gw sadar akan hal itu "it immediately blows my mind", karena experience yang gw dapatkan langsung berubah. Cara pandang gw terhadap masing-masing karakter langsung berubah setelah tau kalo mereka ternyata enggak lagi cerita ke pembaca, tapi si ibu.
Gw juga suka dengan cara dari keempat anak dalam usaha "penebusan dosa" mereka yang enggak terkesan lebay dan sangat mungkin terjadi di dunia nyata. Endingnya juga tidak berusaha menjadikan aksi dari para karakter terkesan benar dan diakhiri dengan canda tawa bahagia, namun justru menjadikan mereka lebih dewasa dengan berhasil meng-overcome masa lalu mereka dan move on dengan hidup mereka yang baru.
Akhir Kata:
Gw suka banget dengan cara novel ini membawakan ceritanya yaitu menggunakan POV orang kedua dan masing-masing cerita keempat anak memiliki keunikan masing-masing sehingga walau mereka bercerita kejadian yang sama, tidak terkesan diulang tapi justru menambah pandangan baru terhadap kejadian tsb. Btw cerita ini mengandung banyak sexual assault, jadi mungkin bisa membuat kalian ke trigger atau merasa jijik.
Skor:
9 / 10
Bagian Menarik:
- "Jangan bercanda! Punya hak apa kau menyela, pa- dahal kau cuma hikikomori. Aku sama sekali tidak berharap padamu. Aku sudah cukup tenang asal kau tidak merepotkan orang lain. Sudah kau diam saja!"
- Kakak Ipar sedang mencoba untuk membunuh saya. Tidak, dia hendak membunuh anak di dalam perut saya. Tanpa peduli itu anaknya, demi Kakak yang dia sayangi.
- Keluarga beruang telah melupakan ajaran Kakek. Kami mendapatkan karma karena mengharapkan lebih dari yang bisa kami gapai.
0 Komentar