BLACK SHOWMAN DAN PEMBUNUHAN DI KOTA TAK BERNAMA | Novel Review



Penulis: Keigo Higashino

Terbit: 2020, Jepang

Genre: Mystery, Detective, Magic

Harga: Rp 135.000

Kategori; 17+

Total Halaman: 520 Hlm


Blurb:

Pembunuhan bisa terjadi di mana saja, termasuk di sebuah kota kecil, terpencil, dan nyaris terlupakan di tengah pandemi Covid-19. 

Seorang mantan guru SMP ditemukan tewas tercekik di halaman rumahnya sendiri. Polisi tidak tahu apakah ini pembunuhan terencana, pembunuhan dak disengaja. atau aksi pencurian yang berakhir dengan pembunuhan. Korban adalah guru yang disegani. Setelah pensiun pun, mantan murid-muridnya sering menghubunginya untuk meminta bantuan atau nasihat. Jadi, tentu saja para mantan muridnya, yang pulang ke kota itu demi menghadiri reuni, termasuk dalam daftar orang-orang yang dicurigai. 

Polisi kebingungan, dan si pembunuh lega karena identitasnya tidak akan pernah ketahuan. 

Namun, ia tidak menyangka bahwa putri korban akan muncul bersama pamannya-seorang mantan pesulap eksentrik-dan ikut menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan mencari tahu siapa yang membunuh Kamio Eiichi.


Pendapat:

"lah gitu doang?". Itulah kata yg keluar dari mulut gw setelah menyelesaikan bukunya. Gw belum senior sih dalam membaca novel, jadi buku ini adalah sebuah lompatan dari novel - novel tipis yang biasa gw beli. Makanya gw gk punya ekspektasi yang besar kalau gw akan suka bukunya. Dan benar aja, bab - bab awal gw membaca gw merasa cukup bosan sama ceritanya. Karena emang plot-nya yang berjalan sangat lambat. Bab-nya sendiri ada 29 buah ditambah prolog + epilog. Dan sebagian dialognya cuma membicarakan hal sepele sambil mem-build hype untuk si "Showman". 

Showman-nya sendiri adalah paman dari si Heroine yang bapaknya dibunuh. Sepanjang cerita hanya berbicara seputar mencari pelaku pembunuhan sambil menunjukkan kebolehan Showman dalam bersulap dan membuat strategi. Emang sih ada beberapa adegan dimana si Showman melakukan hal-hal yang enggak kepikiran untuk mencari jati diri si pelaku dan itu cukup menarik. Tapi Baru di 1 bab terakhir klimaks dari ceritanya dimulai, yaitu penangkapan si pelaku dengan sedikit bumbu sulap. Yes kalian gk salah denger, cuma satu bab kecil yang berisi pertunjukkan utama sedangkan sisanya cuma build up. Jadi kayak nonton film horor tapi setannya cuma muncul di 5 menit terakhir.

Padahal jujur gw udah cukup berharap sama bukunya karena setelah sampe di tengah-tengah buku, the book started to grow on me. Ceritanya yang detail, karakternya yang terasa hidup, dan pertunjukkan sulap kecil-kecilannya yang menurut gw itu keren mulai menarik perhatian gw. Semakin berkembang plot-nya semakin berkembang juga ketertarikan gw akan ceritanya. Makanya gw berharap kalau klimaksnya akan meledak seperti Hiroshima. But once again reality slap me hard in the face. 


Akhir Kata:

Namun walau begitu menurut gw ini tetep buku yang bagus untuk maniak misteri, karena memang buku ini mengajak pembaca untuk mencari pelaku bersama para karakter. Jadi kayak baca Detektif Conan dalam bentuk novel. Tapi ya bedanya kalau Detektif Conan setelah kasusnya dipecahkan akan ada adegan action yang memukau, sementara ini ya.... 


Skor:

6,5 / 10


Bagian Menarik:

- "Nasib memang tidak bisa ditebak ya. Sekarang malah Giant yang menjamu Nobita."
- "Oleh sebab itu, saya ingin mengusulkan upacara kematian online."
- "Habis... Paman suka mencuri lihat isi ponsel." "Jangan salah paham. Aku hanya terpaksa mengambil informasi dari ponsel para polisi itu karena ingin mengetahui perkembangan penyelidikan, bukan karena suka."

Posting Komentar

0 Komentar